Showing posts with label Kisah Sepeda. Show all posts

Perjalanan Modifikasi Federal Street Cat 550

Sepeda ini dibeli Ayah saya saat sepeda Federal booming pertama kali, sekitar tahun 1984. Sebagai salah satu tipe Federal awal, StreetCat 550 ini belum memiliki serial number pada framenya. Desain Federal Street Cat masih menganut model frame MTB jadul. Dengan bentuk top tube flat, rata khas road bike. Bandingkan dengan frame MTB sekarang yang top tube nya dibuat sedikit miring ke atas. Namun demikian, justru inilah alasan saya sulit move on ke sepeda lain. Desain top tube yang flat ini membuat streetCat begitu fleksibel buat dimodifikasi. Hanya dengan sedikit gonta-ganti handle bar, ban, hub dan brake level,  frame Federal ini bisa berubah jadi sepeda touring, fixie, clasic commuter, street look, road bike, hingga gravel.

Posted in , , , | Leave a comment

Momen Seru Gowes Bareng Anak - Menularkan Cinta Sepeda

Saya ingat ketika masih kecil, bersepeda selalu menjadi saat yang menyenangkan. Dan ternyata sampai sekarang, saya masih menikmatinya. Mengayuh kereta angin pulang dari kantor membuat beban dikepala kembali fresh dan ringan. Bersepeda sambil menikmati perjalanan memberikan keasikan tersendiri yang tidak bisa didapat dari yang lain. Pengalaman inilah yang ingin saya tularkan ke anak-anak. Saya ingin mereka juga bisa menikmati keasikan bersepeda. Lumayan kan kelak saya ada yang menemani gowes. Bapak anak gowes bareng-bareng, pasti seru.

Kebetulan hari ini adalah hari pertama libur mid semester. Hari masih pagi sekitar jam 05:30. Di timur matahari mulai bercahaya. sepagi ini anak-anak sudah bangun, begitu bersemangat karena mau diajak ayahnya gowes. Fe sudah siap dengan sepeda gowes anak yang baru saya belikan, sedang Aksa nanti cukup bonceng di boncengan sepeda saya, karena memang belum bisa naik sepeda. Di luar nia, anak tetangga kami ternyata juga siap bergabung untuk gowes bersama. Melihat anak-anak begitu gembira, membuat saya bersemangat menyambut pagi ini. Oke, peserta kali ini saya, Fe, Aksa dan Nia. Momy tidak ikut karena sibuk menyiapkan sarapan. Rute kali ini tidak jauh-jauh, hanya seputar kompleks.

Posted in | Leave a comment

Gowes Sabtu Pagi Batas Kota Solo Karanganyar Boyolali

Sabtu 8 Des 2018, Bangun tidur sekitar jam 04.00, setelah menyiapkan sepeda dan perlengkapan gowes, segera saya kayuh Federal StreetCat menuju de Tjolomadoe convention & heritage, Colomadu Karanganyar, yang menjadi titik kumpul sebelum gowes bareng.

Rencana awal pagi ini, saya dan pak Jono, akan gowes bareng group sepeda teman-teman pak Jono dari club sepeda Solo Baru, menuju kota susu Boyolali. Berhubung tempat tinggal kami di utara Solo, kami bermaksud mencegat mereka di sekitar jalan Slamet Riyadi. Namun berhubung siang nanti kami harus menghadiri resepsi pernikan teman kantor, jadi kami batal ikut rombongan ini, dan memutuskan gowes ke Waduk Cengklik yang jalurnya nyaman dan ringan. Terus putar-putar daerah pinggiran kota cari keringat sambil hunting sarapan. Maka kami atur janji buat ketemu di depan De Tjolomadoe. Sedikit mengenal de Tjolomadoe, menurut Wikipedia, bangunan ini adalah hasil revitalisasi Pabrik Gula yang didirikan Mangkunegara IV pada tahun 1861, menjadi tempat wisata kekinian yang cukup unik.

Posted in | Leave a comment

Repaint Sepeda Federal StreetCat 550 - Army Look

Memiliki sepeda Federal adalah kebanggaan tersendiri. Sebagai salah satu merk sepeda yang melegenda, sebenarnya saya ingin menjaga orisinalitas MTB StreetCat 550 yang saya miliki. Tapi seiring dengan waktu, setelah cukup lama dipakai gowes dan B2W, banyak spare part yang mulai aus, hingga harus diganti demi keamanan dan kenyamanan. Mulai dari RD yang sudah mati, sprocket hingga sifter yang patah gara-gara jatuh. Memang sulit menjaga Federal tetap orisinil. Beberapa part sudah sulit ditemukan bahkan ada yang sudah tidak diproduksi. Karena itulah sengaja part lama saya ganti sekalian dengan model teknologi terbaru agar maintenance ke depan lebih mudah.

Berhubung  sudah tidak lagi orisinil, jadi kepikiran untuk sekalian mencat ulang si Bejo supaya terlihat semakin fresh dan modern. Meskipun sebenarnya cat yang lama kondisinya masih bagus karena standar kualitas pengecatan sepeda Federal yang mumpuni. Tapi seiring dengan lamanya jam terbang pemakaian, di beberap bagian frame, catnya sudah terkelupas akibat benturan atau tergores. Terutama di daerah down tube dan fork depan. Jadi mumpung musin kemarau sepertinya masih panjang, saya bermaksut cat ulang sepeda ini,  supaya saat musim hujan tiba, frame sudah terlindung aman dari kemungkinan karat / korosi.

Posted in , , | Leave a comment

Gowes Pertama ke Taman Balekambang Solo

Mengisi harpitnas kali ini, kami sekeluarga berencana untuk gowes tipis keliling kota Solo saja. Mengingat liburan yang hanya satu hari, jadi malas klo mau piknik keluar kota. Apalagi sudah lama anak-anak ingin gowes bareng mommy dan ayahnya. Ini akan menjadi pengalaman gowes pertama kami sekeluarga. Karena sudah diputuskan, malamnya kami susun rute perjalanan. Sengaja kami pilih rute yang dekat-dekat saja, mengingat gowes kali ini kami bawa balita dan anak kecil umur 6 tahun. Start dari rumah di daerah Colomadu, kami akan langsung menuju Manahan. Agar aman kami memilih lewat jalur sepeda di Banyuanyar. Sampai Masjid mujahidin, belok ke kanan ke arah Gedung Sabha Buana milik Pak Jokowi. Lurus ke barat sampai kompleks Manahan. Dari manahan kami akan langsung menuju Taman Balekambang. Taman ini akan jadi destinasi utama kami. Pulangnya nanti kami memilih lewat Tirtonadi soalnya ingin melihat proyek Bendungan Tirtonadi yang katanya hampir rampung.

Posted in | Leave a comment

Pengalaman Hari Pertama B2W

Saat ini Bike to Work (B2W) semakin diminati dan menjadi tren baru. Demi untuk semakin mendorong pertumbuhan gerakan ini, Polygon sebagai salah satu produser sepeda terbesar di Indonesia, bahkantelah merelease seri sepeda polygon b2w jenis MTB dan sepeda lipat, dengan warna kuningnya yang khas. Harganya pun cukup murah. B2W dengan segala keunikan dan manfaatnya telah berhasil mengusik minat saya untuk mencobanya. Dalam rangka berpartisipasi dalam gerakan B2W Indonesia, saya memutuskan untuk mulai ke kantor dengan sepeda pada Kamis, 17 Mei 2018, yang kebetulan bertepatan dengan awal puasa. Meskipun gerakan B2W di kota Solo belum sebesar Jakarta, Bandung atau Tasikmalaya, namun geliatnya sudah mulai kelihatan. Setiap pagi saya beberapa kali berpapasan dengan mereka, dan inilah yang membuat saya semakin bersemangat untuk memulainya. Apalagi semakin sering juga event sepeda diselenggarakan di Solo. Yang cukup besar adalah Event Jamselinas beberapa waktu lalu.

Persiapan

Jarak yang ditempuh dari rumah ke tempat kerja sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 6 KM, atau 12 KM pulang pergi. Dengan kondisi jalan 90% aspal dan sedikit jalan rusak. Mulai dari rumah hingga 3 KM pertama jalan menanjak halus antara 1 - 3 derajat. Secara kasat mata jalan memang terlihat landai namun sebenarnya menanjak. Baru ketika mulai mengayuh sepeda akan terasa bedanya. Karena saat berangkat, kayuhan akan terasa lebih berat dibandingkan ketika pulang. Untuk B2W, paling sering saya memakai sepeda MTB jadul merek Federal, diselingi sesekali menggunakan seli (sepeda lipat) AirWalk. meskipun bukan seli sekelas Brompton, Dahoon atau Polygon Urbano, tapi sudah cukup memuaskan. Jika memakai MTB waktu yang saya butuhkan untuk sampai ke kantor rata-rata sekitar 20 menit. Selisih 5 menit lebih lama jika memakai sepeda lipat. Di hari pertama B2W ini, saya memilih MTB untuk ke kantor naik sepeda.

Jalur B2W


Sebelum memutuskan untuk bersepeda ke kantor, sebenarnya ada banyak kekuatiran dalam pikiran saya. Selain karena sudah sangat lama saya tidak bersepeda. Mungkin sudah lebih 20 tahun tidak gowes. Jadi satu bulan sebelum hari yang saya tentukan untuk start B2W, saya coba gowes gowes ringan dulu. Diawali dengan keliling komplek. Coba ikut acara sepeda santai yang kebetulan banyak diadakan di kota Solo.

Untuk sepeda, sudah ada dua unit siap untuk dipancal. Yang pertama sepeda Federal StreetCat jenis MTB dan Folding bike merk AirWalk yang keduanya hanyalah sepeda frame besi. Jadi bukan termasuk kasta atas yang mahal. Tapi saya rasa sudah lebih dari cukup untuk memulai B2W.

Sepeda Federal StreetCat 550 thn 1986


Hari pertama Gowes

Setelah mengecek kondisi sepeda, mulai dari tekanan ban, rem dan shifter, saya mulai megowes tepat jam 07:45. Masuk kantor jam 08:30 dengan waktu tempuh 20 menit harusnya masih ada waktu untuk istirahat dan prepare sebelum mulai rutinitas kerja.

1 KM pertama saya menikmati perjalanan. Keluar dari kompleks mulai masuk ke jalan aspal mulus dengan kanan kiri sawah ditambah segarnya udara pagi dan sinar matahari yang masih hangat. Sungguh pengalaman yang menambah semangat.

Memasuki kilometer ke 4, saya mulai keteteran. Nafas mulai ngos-ngosan. Ternyata menggowes sendirian berbeda dengan saat bersepeda bersama-sama. Ditambah dengan perasaan takut terlambat masuk kerja. Membuat saya  kesulitan menjaga ritme kayuhan dan terlalu terburu-buru, hingga membuang tenaga terlalu banyak.

Berdasar pengalaman tersebut, saya ingin memberikan sedikit tips untuk Anda yang ingin memulai B2W. Pada hari libur, sediakan waktu untuk mencoba rute B2W yang akan dilalui terlebih dahulu. Selain untuk mempelajari rute, mengukur kemampuan fisik, yang paling penting adalah untuk mengetahui berapa jam kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak dari rumah ke tempat kerja. Waktu tempuh sangat penting untuk diketahui supaya nanti bisa memperkirakan jam keberangkatan yang tepat agar tidak terlambat masuk kerja, dan kita bisa menggowes dengan tenang.

Persoalan berikutnya yang paling mengganggu saya adalah masalah keringat. Saya termasuk orang yang mudah berkeringat. Kan tidak lucu jika kita sampai ke kantor dengan kondisi badan basah karena keringat. Belum lagi masalah bau badan yang mungkin juga akan muncul. Ada yang menyarankan untuk membawa pakaian ganti. Tapi untuk kasus saya, jika harus membawa pakaian ganti, pasti akan sangat ribet. Karena tempat saya bekerja adalah pabrik yang untuk masuk saja harus melalui pemeriksaan ini itu, hingga pasti akan sangat ribet jika harus menbawa banyak barang.

Ternyata pagi ini saya buktikan bahwa keringat bukanlah masalah besar saat B2W. Selama kita bisa bersepeda dengan santai dan nyaman, kita tidak akan banyak mengeluarkan keringat. Agar bisa mengayuh sepeda dengan santai, saya menyiasatinya dengan berangkat lebih pagi, sehingga bisa memiliki cukup waktu. Hitung-hitung sambil menikmati suasana pagi. Jaket sengaja tidak saya pakai, saya lipat dan diikat di carrier belakang sepeda. Dan baru saya pakai nanti waktu pulang kerja. Sinar matahari yang hangat dan angin yang berhembus turut membantu keringat saya menguap cepat hingga baju tidak terasa basah oleh keringat.

Untuk melawan bau badan, andalan saya hanya berupa deodorant yang saya pakai seperti biasa. Selain itu saya juga membawa gel parfum yang sengaja telah disiapkan istri. Katanya untuk dioleskan ke tubuh sesampainya di kantor. Ternyata tips ini cukup efektif. Setelah sampai kantor, dan istirahat sebentar untuk mengeringkan keringat, saya lalu mengoleskan parfum gel ke sekujur badan. Bau keringat sudah tidak jadi masalah lagi.

Perjalanan B2W pertama ini ternyata hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 20 menit hanya selisih 10 menit dibanding kalau pakai sepeda motor. Mungkin untuk jarak yang hanya 6 KM, perbedaan waktu tempuh tidak terlalu signifikan.

Waktu Pulang

Waktu pulang saya tempuh dengan lebih ringan. Mungkin karena gowesnya tanpa beban. tidak diburu waktu dll. hal ini semakin dipermudah dengan kontur jalanan yang cenderung menurun ketika pulang. Saya putuskan untuk putar-putar dahulu menikmati suasana sore.

Masalah yang saya hadapi waktu pulang justru pada sepeda motor dan mobil yang sering tidak mau memberi jalan. Beberapa kali saya dikagetkan dengan bunyi klakson atau terpaksa menepi hingga benar-benar minggir, karena motor yang tidak mau memberi jalan. Saya pikir, mungkin karena ini hari awal puasa. Jadi banyak yang ingin cepat pulang untuk segera berbuka puasa.

Tapi setelah dipikir, bisa jadi masalah ini disebabkan karena pengendara motor memang benar-benar tidak melihat keberadaan saya, karena suasana magrib, dan hari mulai gelap, sedangkan lampu jalan belum banyak yang dinyalakan. Jadi saya pikir perlu untuk menambah aksesoris lampu LED di bagian depan dan belakang untuk menambah visibilitas saat bersepeda disore dan malam hari. Agar lebih aman.

Penambahan lampu let pada sepeda untuk meningkatkan visibilitas saat bersepeda di malam hari.
Credit: Zachary Culpin/Solent News

Over All

Hari pertama B2W menjawab semua kekuatiran saya. Ternyata tidak semenakutkan seperti yang saya kira. Saya justru sangat menikmati dan malah ketagihan untuk kembali dan kembali melakukannya. Ada moment-moment menarik dan yang hanya bisa kita rasakan dan nikmati saat kita mengayuh sepeda. Sensasinya berbeda dibanding saat kita naik motor atau mobil. Yang jelas penat dan stress hilang saat gowes santai pulang dari kantor. Mengembalikan mood hingga sampai dirumah hati dalam keadaan riang.

Setelah 1 bulan ber B2W, badan lebih terasa bugar. Berat badan saya turun banyak, hingga celana kerja terasa longgar, hingga harus lebih mengencangkan ikat pinggang.

Uang bensin dan oli samping bisa ditabung, ujung-ujungnya untuk dana beli komponen dan aksesoris sepeda gara-gara kena racun upgrade. Kalau ini sudah bukan lagi Bike to Work tapi sudah jadi Work for Bike. He 3x

Jika Anda tidak percaya, silakan coba sendiri.

Salam Gowes.

Posted in , | Leave a comment

Membangun Sepeda Federal Street Cat untuk Commuter Harian

Pada hari itu saya menemukan sepeda lama saya yang tersimpan di gudang. Sepeda Federal merk Street Cat 550 produksi PT Federal Cycle Mustika (FCM), sebuah anak usaha Astra Group. Sepeda ini dibeli Ayah saya sekitar tahun 1986. Entah sudah berapa lama sepeda itu teronggok di gudang. Mungkin sudah lebih dari 20 tahun tersimpan, diam menunggu hari bisa kembali berlari. Saya ingat terakhir kali rutin memakai sepeda ini saat masih duduk di bangku SMP. Namun semenjak masuk SMA perannya mulai banyak diganti oleh Sepeda motor Yamaha Force 1, sampai akhirnya sama sekali tidak dipakai atau tepatnya dipensiunkan, masuk gudang. Sepeda itu sempat saya pakai kembali setelah lulus kuliah dan bekerja di sebuah yayasan. Sayangnya itu hanya berjalan beberapa bulan saja.

Posted in , , | Leave a comment

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by Lite Themes.